Renungan12Mei

2 tahun mengenang Tragedi Trisakti

 

 entrance  

 

 lobby 

   12 Mei     Renungan 12 Mei
    

 

 

Tahlilan

Acara tahlilan ini diadakan pada tgl 11 Mei 2000. Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 19.00 ternyata baru dapat dimulai pada pukul 19.30 dikarenakan turunnya hujan sehingga orang-orang baru berkumpul pada jam itu.

Acara dibuka dengan pembacaan do'a yang dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana dan sambutan dari ketua Presidium USAKTI yang intinya menghimbau kepada seluruh mahasiswa USAKTI untuk terus memperjuangkan misi dari peristiwa 12 Mei 1998 sekaligus peristiwa tersebut dapat dijadikan pegangan kita untuk peningkatan moral dan akhlak diri kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ceramah

tema : Reformasi Moral dan Akhlak

 

12 Mei sepatutnya dijadikan renungan untuk mencapai kepada kebenaran dan keadilan. Ia memberikan gambaran pembangunan Masjid Trisakti. Beliau mengharapkan dengan adanya mesjid TRISAKTI diharapkan akan terpancar sebuah sinar yang cahayanya akan memancarkan sinar kebenaran yang nantinya akan memberikan petunjuk kepada kita para mahasiswa TRISAKTI untuk berbuat kebajikan. Beliau juga mengatakan dengan adanya mesjid trisakti juga dapat dijadikan peredam tindakan-tindakan amoral, seperti perkelahian dan pemakaian narkoba yang akhir-akhir ini marak dikampus kita.

Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan baik namun sayangnya partisipasi dari rekan-rekan akademika trisakti sangat kurang, ini terlihat dari sedikitnya orang-orang yang menghadiri acara tahlilan tsb. Kami tidak tahu apakah ini disebabkan karena kurangnya publikasi ke dalam atau memang para civitas akademika trisakti yang memang tidak mau menghadirinya

Renungan Malam 11 Mei 2000

 

12 Mei 1998…… masih terbekas di ingatan, kawan-kawan mahasiswa Trisakti berbondong-bondong dengan berani menyuarakan suara rakyat yang sudah lama terbendung. Tak pelak pula dari ingatan kita, 4 sosok mahasiswa yang diengan gagah berani merelakan nyawa untuk bersemiya negeri pertiwi. Salah satu dari mereka adalah ELANG MULYA LESMANA mahasiswa arsitektur angkatan '96 Universitas Trisakti Jakarta, putra dari pasangan BAGUS YOGA…. dan TETY…… Dua tahun setelah kejadian berdarah itu, tepatnya tanggal 11 mei 2000 bertempat di lantai dasar gedung P kampus A Universitas Trisakti, diadakan "RENUNGAN MALAM BERSAMA" guna mengenang dan menghidupkan kembali semangat yang dipancarkan almarhum di masa hidupnya. Acara ini dihadiri seluruh keluarga besar Arsitektur Universitas Trisakti termasuk alumni dan keluarga dari almarhum yang dengan khusyuk mengikuti acara demi acara. Sangat berartinya nama ELANG terpancar disetiap mata. Dimulai dengan pembukaan oleh ketua panitia, TOMMY DYOTAMA PUTRA yang menghaturkan kenangannya bersama almarhum disaat masih kuliah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ayahanda ELANG dengan melukiskan perasaan bangga terhadap ELANG.

"Elang gugur saat melakukan kegiatan poral untuk masyarakat", kata-kata itu melukiskan seberapa ikhlas dan bangga sang ayah kepada putra pertamanya tersebut. Suasana baru dan khusyuk masih terasa saat dilaksanakannya NAPAK TILAS. Dilaksanakannya kegiatan ini guna memperdalam dan meresapi semangat yang terpancar dari diri ELANG pada saat kejadian berdarah tersebut. Dengan bantuan saudara JOHN MUHAMMAD, DORI HERLAMBANG yang membimbing kami melalui titik-titik lokasi yang berhubungan dengan peristiwa 12 Mei di halaman Kampus A Universitas Trisakti. Diawali di monumen 12 Mei yang baru saja berdiri, dilanjutkan di tempat kejadian penembakan lalu tempat di mana almarhum ELANG ditidurkan untuk menerima pengobatan. Kemudian kami dibimbing untuk mengerti makna, tujuan dan hasil dari kejadian 12 Mei yang harus diperjuangkan dan harus terus diingat, dimana pengorbanan, cita-cita bangsa yang sebelumnya sulit digapai menjadi bercelah dan dengan usaha dan perjuangan 'Elang-elang' yang lain, cita-cita itu bukan tidak mungkin akan terkabul. Ir. Djoko Santoso, MTArch, salah satu keluarga Arsitektur USAKTI yang dikenal sebagai Ketua Jurusan Arsitektur FTSP USAKTI pun berkesempatan menghaturkan sepatah kata. 

Dan dengan hikmat bersama-sama mengumandangkan lagu ADHISTHANA yang menjadi hymne bagi seluruh mahasiswa Arsitektur FTSP USAKTI. Suasana sedih semakin mamuncak saat ibunda dari Elang berusaha menggambarkan perasaan rindu dan bangganya terhadap putranya yang berkorban untuk bangsa.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh ketua pelaksana acara ini diiringi oleh lagu-lagu yang dibuat untuk mengenang para pahlawan oleh kawan-kawan almarhum, Remaja Masjid ……………..

12 Mei…. tanpa amarah lagi

12 Mei…. tanda air mata lagi

12 Mei…. tanpa darah lagi

Tapi jangan sekali-kali 12 Mei tanpa semangat membangun negeri

DUA BELAS MEI TRISAKTI

bukanlah soal empat kawan kita yang mati

asalkan semuanya jadi berarti

untuk bangkitkan tidur sang ibu pertiwi

(I-dhoy)

 

 

adhisthananet©2000